Memahami Branding Melalui Sudut Pandang Generasi Milenial

December 06, 2023
Memahami Branding Melalui Sudut Pandang Generasi Milenial

Memahami Branding Melalui Sudut Pandang Generasi Milenial

 

Perkembangan dunia branding di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cepat, di mana para pemilik brand bersaing untuk terus menginovasi guna mempertahankan eksistensi mereka. Eksistensi brand saat ini tak terlepas dari kemampuan mereka dalam memahami sudut pandang milenial. Mengapa hal ini penting? Sebuah analisis terhadap data resmi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mengungkapkan bahwa terdapat 63 juta milenial di Indonesia dengan usia produktif. Oleh karena itu, sebuah brand yang ingin bertahan harus mampu memahami sudut pandang milenial, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan tren.

Dalam era ini, sebuah brand tidak lagi hanya diidentikkan dengan produk dan kualitas semata. Meski kualitas produk tetap menjadi faktor kunci, bagaimana milenial memandang sebuah brand kini melibatkan aspek-aspek tambahan. Dalam penggunaan produk tertentu, seperti sepatu Vans dan Converse, selain mempertimbangkan kualitas, milenial juga mencari keunikan dan eksklusivitas. Keunikan ini menjadi daya tarik yang meningkatkan kepercayaan diri, seperti yang terlihat pada brand Miniso yang berhasil memberikan kesan unik pada produk-produknya. Dalam era ini, pandangan milenial terhadap suatu brand melibatkan empat faktor kunci, yaitu:

 

1. Keunikan

sumber: pixbay

 

 Keistimewaan menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi milenial untuk mengekspresikan diri. Generasi ini cenderung menginginkan keunikan dan eksklusivitas dari suatu merek, sehingga dapat mencerminkan penampilan yang berbeda dari yang lain. Mengapa? Karena ketika generasi milenial dapat menunjukkan keunikan yang diberikan oleh suatu merek, hal tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka. Sebagai contoh, banyak dari mereka yang menggunakan produk dari Miniso. Meskipun produk seperti earphone, tas, dan dompet sintetis seringkali ditemui, yang membuatnya unik adalah cara Miniso melakukan strategi branding di Indonesia, yaitu dengan memberikan kesan yang berbeda melalui penggunaan warna yang kontras atau kesan yang imut.

 

2. Nilai

 sumber: daddystakoyaki


Setiap merek tentu menawarkan nilai yang berbeda, meskipun produk yang mereka tawarkan serupa. Generasi milenial menyadari pentingnya nilai-nilai ini, khususnya ketika mereka mengeluarkan uang untuk membeli suatu produk dengan harga yang bersaing. Dibuktikan dengan banyaknya generasi milenial yang memilih untuk membeli produk dari merek seperti H&M, Uniqlo, dan Zara. Meskipun ketiga merek tersebut menawarkan produk serupa, nilai yang diberikan terhadap kualitas produk sangat sesuai dengan kebutuhan eksistensi generasi milenial.

 

3. Harga

sumber: cpssoft


Terdengar pepatah yang menyatakan "Ada harga, ada barang"? Hal ini juga berlaku dalam produk yang ditawarkan oleh sebuah merek. Generasi milenial menginginkan kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau untuk produk yang mereka gunakan. Mereka menjadi selektif dalam memilih merek yang menawarkan keseimbangan harga dan kualitas yang memadai. Sebagai contoh, ketika membutuhkan sepatu futsal dengan kualitas dan harga yang baik, generasi milenial akan memilih merek sepatu Specs, yang terbukti menjadi sponsor salah satu klub sepak bola lokal.

 

4. Pengaruh

sumber: xaham


Dalam dunia branding, pengaruh popularitas tokoh terkenal atau influencer sangat berperan. Generasi milenial percaya bahwa jika sebuah merek digunakan oleh tokoh terkenal, maka merek tersebut memiliki nilai lebih pada produknya. Contohnya, penjualan produk distro Greenlight meningkat ketika Ariel Noah menggunakan dan mempromosikan produk tersebut. Antusiasme generasi milenial terhadap merek yang digunakan oleh tokoh terkenal juga terlihat saat Presiden Jokowi menggunakan sepatu dari NAH Project sebelum kompetisi Asian Games 2018. Tak lama setelah itu, NAH Project mendapat pesanan sebanyak 1000 pcs dalam waktu 10 menit. Dapat dikatakan bahwa pengaruh tokoh terkenal cukup efektif untuk memengaruhi generasi milenial dalam dunia branding di Indonesia.

Keempat faktor tersebut, yaitu keunikan, nilai, harga, dan pengaruh, menjadi kunci penting dalam memahami cara pandang generasi milenial terhadap merek. Dengan melihat dari perspektif ini, dapat dikatakan bahwa generasi milenial memiliki kemampuan untuk menciptakan tren baru dalam dunia branding di Indonesia. Bagaimana dengan pandangan Anda? Apakah sejalan atau berbeda?

 

#ExploreTheWorld #LifeIsAnAdventure #CreativityUnleashed #InspirationEverywhere #DreamBig #StayPositive #LoveYourself #GoodVibesOnly #HealthyLiving