SANG PENJAGA

December 06, 2013
 SANG PENJAGA

 

disaat kakiku mulai gemetar, di saat jantungku mulai berdetak kencang dan saat otakku mulai kram. tibalah diriku menyadari bahwa diri ini tak kuat menghadapi cobaan yang hampir saya anggap sebagai badai tsunami. mungkin bisa dikatakan hal ini pernah terjadi dalam hidupku selama 5 kali tepatnya selama aku menghirup udara di bumi. aku selalu merindukan disaat masa kecilku dari ketika aku tak berbentuk hingga saat diri ini menjadi sosok yang cukup diketahui banyak orang. aku ingat betul ketika aku dilahirkan di samping sungai brantas yang mungkin kiranya ada banjir rumahku salah satu alternatif yang bisa di bawa arus sungai brantas. aku selalu di jaga keluar rumah di saat hujan deras kuatir kejadian naas itu terjadi. selendang coklat bergaris adalah temanku di saat aku kedinginan dan sangat hangat ketika dadaku tertempel di dadanya. kurang lebih 3tahun ku merasakan suasana di tepi sungai tempat kelahiranku. ku pindah tak jauh dari rumahku itu kurang lebih 1 km dari tempat kenangan tersebut. lumayan tempat ini elite ketimbang tempat lamaku tapi itu hanya bertahan 1 bulan seingatku, ternyata kami hanya numpang di rumah kontrakan nenekku. saya tau kami semua pindah tempat untuk belajar mandiri. hidup diatas rumah bambu / gedhek sangat tidak pernah aku hiraukan, aku hanya merasakan kenyamanan dan kehangatan dalam keluarga. walau rumah kami tak tersekat aku bahagia. kalo tdk salah 300rb belinya pada tahun 85 an. bertahap keluarga kami berjalan dg suasana aman. tibalah pada suasana keras dan kacau, ayah sangat emosional dan hampir tiap hari saya dengarkan piring pecah dan amarah yang sangat mendebarkan. hingga suatu ketika kuselamatkan sang penjagaku dari lemparan meja ruang tamuku. di saat itu ku berjanji utk menjaga sang penjagaku sampai akhir hayatku. hari terus berjalan dan ku mulai besar, kulalui dg harapan dan impian utk membahagiakan sang penjagaku. mulailah aku melakukan tugasku sebagai anak yang cerdas dan pintar secara prestasi hingga seringnya aku mendapatkan penghargaan cerdas cermat dan rangking di sekolah. ku melihat mata bahagia, dan mata itu selalu kuingat utk selalu harus kulakukan utk membahagiakannya. SANG PENJAGAKU mulai kecil engkau dilahirkan tdk nmengetahui ayahmu, dibesarkan oleh ayah tiri dan merawat 7 orang adik, kau korbankan dirimu dg berakhirnya sekolahmu hanya cukup sd saja demi semua saudara beda ayah. sungguh engkau adalah malaikat berbentuk yang sangat mulia. perlahan kehidupan kelurga kami memasuki perubahan dg seiring tumbuhnya usiaku, ku mulai meniti karir usaha, berbagai macam usaha kulalui demi diriku dan tujuan muliaku. tak terhitung jumlah tumbangnya langkahku dalam bisnis karena ku masih sangat labil, pada suatu ketika aku terpuruk dan hanya kuingat adalah kaki sang penjaga yang tak pernah henti utk terus memberikan aku semangat dan doa. alhamdulillah perjalanan usahaku terlihat diusiaku 21 th. dan berjalan menjadi seseorang yang di segani dalam bisnis. semua tetep tak luput dari sentuhan sang penjagaku, semua masalah keuangan sang penjagalah yang selalu memegang, sy hanya bisa bEkerja dan bekerja. dan suatu ketika disaat saya berpikir utk mencoba manDiri sy lakukan tugas sang penjaga kepada orang lain, genap 2tahun karirku hancur bagai ditelan angin puting beliung. aku kacau dan hampir gila. wajahku lusuh, tubuhku kurus dan tak tau harus bagaimana. aku berlari mencari sang penjagaku ku cium kaki dan kumenangis habis kalo bisa kukeluarkan stok air mata yang ada. saat itupula sang penjagaku berucap bungkukkan tubuhmu dan bersujudlah, langsung aku membungkuk dan tiba2 dilangkahi diriku sambil kuterus menangis layaknya ritual masa kecilku di saat aku terpuruk. disaat itu ku dipeluk dan di dekap seperti rasanya ada selendang coklat saat ku kecil. sambil terdengar suara lirih dan tegas. ( Tegakkan kepalamu liat kedepan dan lakukan yang terbaik, kamu tidak akan menjadi lebih hebat jika kamu menahan diri. IKLAS ADALAH HAL YANG BISA MEMBUATMU TENANG) sontak aku berdiri dan mulai kulakukan hal hebat dan perlahan bisnisku mulai kembali pulih dan tak lupa segala keuanganku kembali di pegang sang penjaga. badai itu berlalu perlahan dan sampai detik ini sang penjaga selalu bersamaku dg sentuhan kehangatan selendang coklatnya. trima kasih sang penjaga, terima kasih bunda, terima kasih ibuku. aku kan menjagamu seperti kau menjagaku sampai hari ini. senyum bahagia itu selalu menancap di otakku utk selalu kan membuatmu tersenyum. smg panjang umur dan selalu menjadi yang terhebat...salam hormat dari anakmu dadik wahyu chang. SELAMAT HARI IBU, AKU BANGGA MENJADI ANAKMU.

 

TIDAK ADA HAL YANG LEBIH BAHAGIA SELAIN MEMBAHAGIAKAN SEORANG IBU, KARENA SAYA YAKIN IBU ADALAH JELMAAN DARI SANG PENCIPTA.