SEJARAH DAN TRANSFORMASI DESAIN GRAFIS DARI 1851 HINGGA 1984

October 11, 2023
SEJARAH DAN TRANSFORMASI DESAIN GRAFIS DARI 1851 HINGGA 1984

Para ahli menyatakan bahwa sejarah desain grafis dimulai dengan aksara latin. Seiring waktu, desain grafis akan mampu mengembangkan teknologi berikut untuk menyediakan format visual yang lebih canggih. Desain grafis sendiri merupakan suatu cara berkomunikasi melalui bentuk visual (teks, bentuk, gambar) agar orang lain dapat memahami pesan yang dimaksud.

 

Sumbo Tinalbuko, pakar semiotika mengatakan bahwa desain grafis adalah ilmu yang mengeksplorasi konsep-konsep komunikasi berdasarkan kreativitas (Namri Migotwio, Desain Grafis: Kemarin, Sekarang dan Nanti, 2020). Komunikasi kreatif dapat diterapkan melalui gambar dan ilustrasi, jenis dan tipografi, warna, komposisi, tata letak, dll. Saat ini jenis desain grafis dibagi ke dalam beberapa kategori dan dikerjakan oleh para ahli di bidangnya. Menurut artikel BBSDMP-Medan Kominfo, desainer grafis adalah juru gambar (architectural designer), editor (pencipta sampul buku, cover, dan lain-lain), art Director (pencipta karya seni bermedia komputer), animator (animator) adalah ditelepon. Saya memiliki beberapa pekerjaan lain. 

 

Sejarah dan Perkembangan Desain Grafis Perkembangan desain grafis erat kaitannya dengan perkembangan teknologi, misalnya penemuan tulisan kemudian disusul dengan penemuan mesin cetak. Berdasarkan catatan Echo Supriyadi dan Muslim Heli tentang teknologi informasi dan komunikasi (118), desain dan corak huruf pertama kali tercipta ketika aksara latin sudah ada. Peristiwa yang menyebabkan terciptanya surat-surat ini terjadi pada awal masa kejayaan Kekaisaran Romawi. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk mengakomodasi kata-kata yang berasal dari bahasa Yunani, alfabet pun berkembang. Hal ini disusul dengan berdirinya universitas-universitas Eropa dan kebutuhan akan sumber informasi berupa buku.

 

Teknologi pencetakan instan, yang belum ada pada saat itu, menyebabkan terciptanya salinan tangan dan terciptanya huruf kecil baru. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak bergerak dan mampu memproduksi tipografi secara massal. Sejarah perkembangan desain grafis berlanjut pada poin-poin berikut ini. 

 

1. The Great Exhibition (1851)

 

Pada masa Revolusi Industri, tepatnya pada bulan Mei hingga Oktober 1851, diadakan pameran yang berupaya menonjolkan aspek budaya melalui teknologi dan desain industri. Pada saat itu, itu adalah bangunan baja dan kaca yang dirancang oleh Joseph Paxton. 

 

2. Toulouse-Lautrec (1892) 

 

Sekitar waktu ini, Henri Toulouse-Lautrec melukis kehidupan manusia di Paris, Perancis. Hal itu ia ungkapkan melalui lukisan seukuran aslinya sebagai bentuk empati terhadap masyarakat. Berkat lukisannya, ia dikatakan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perpaduan industri dan seni. 

 

3.  Modernisme (1910)

 

Di zaman modern, Louis Sullivan berkata, ``Bentuk mengikuti fungsi.' Oleh karena itu, mesin yang dikembangkan di zaman modern dikatakan dapat membawa ketenaran di masa depan. Dari sudut pandang desain grafis, mesin yang menampilkan informasi tanpa desain dianggap tidak estetis pada saat itu. 4. Dadaisme (1916) 

 

Konsep ini bekerja di bidang desain, seni, dan sastra. Di era Dadaisme, ada gagasan tentang kesatuan arah desain. Secara tidak langsung, keindahan yang biasa dihasilkan oleh kreativitas bisa hilang. 

 

5. De Stilj (1916)

 

Pada tahun yang sama, Theo van Doesburg menyaksikan perkembangan seni rupa dan desain melalui majalah bernama serupa. Setidaknya ia menyebut bentuk persegi panjang yang kuat, penggunaan warna primer, dan komposisi asimetris. 

 

6. Konstruktivisme (1918) 

 

Berkembang sejak tahun 1918, tahun 1920 menandai berkembangnya seni rupa modern, yaitu tempatnya di Moskow. Kisah ini mengantarkan pandangan modern tentang penggunaan huruf sans-serif (merah dan hitam) dan menempatkannya dalam blok asimetris. 

 

7. Bauhaus (1919)

 

Padahal, Bauhaus merupakan sebuah bangunan yang dibuka pada tahun 1919 dan bertahan hingga ditutup pada tahun 1933. Namun bangunan yang dirancang oleh Walter Gropius ini memiliki keunikan karena lebih mengutamakan fungsi daripada keindahan. 

 

8. Gill Sans (1928-1930)

 

Tipografer Eric Gill meneliti cara untuk meningkatkan tipe Underground dengan menyertakan jenis huruf Gill Sans. Hal ini memberikan proporsi klasik dan karakteristik geometris Gill Sans. 

 

9. Harry Beck (1931)

 

Harry Beck berhasil membuat desain grafis berupa peta London Underground. Tujuan dari desainnya adalah untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam mencari informasi tentang cara berpindah dari satu stasiun kereta bawah tanah ke stasiun kereta bawah tanah lainnya. 

 

10. Gaya Internasional (1950)

 

Internasional berarti adanya gaya dengan fungsi universal. Gaya ini juga dikenal sebagai gaya Swiss, dan pada akhirnya dicirikan oleh sedikit hiasan, font sans-serif, dan mekanika tipografi. Semuanya dirancang untuk kebutuhan kolektif, bukan kebutuhan individu. 

 

11. Helvetica (1951)

 

Nama di atas adalah font yang dirancang oleh desainer Swiss Max Moedinger. Sebenarnya font tersebut bernama Hass Grostesk pada tahun 1951, namun baru pada tahun 1960 diubah menjadi Helvetica. Saat ini, font ini dianggap sebagai salah satu font paling terkenal di dunia. 

 

12. Pop Art atau Seni Pop (1960)

 

Musik, seni, desain dan sastra semakin berkembang dan semakin mudah diakses seiring dengan perkembangan teknologi yang ada. Gaya pop art akhirnya berkembang menjadi karya yang setara dengan abstrak.

 

13. Émigré (1984)

 

Pada tahun 1984, ada majalah desain grafis Amerika bernama Emigre. Majalah ini merupakan produk pertama yang termasuk dalam komputer merek Macintosh. Hal ini berimplikasi pada desain grafis, khususnya penggunaan teknologi desktop.

 

Dalam perjalanan panjang ini, sejarah desain grafis telah menjadi sumber inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya. Ini memberikan pandangan tentang bagaimana seni dan teknologi bisa saling berkolaborasi untuk menciptakan bahasa visual yang kuat. Desainer grafis memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan pesan-pesan yang mempengaruhi budaya dan masyarakat kita. Dan dengan perkembangan teknologi yang terus berlanjut, desain grafis terus berkembang, dengan para desainer yang selalu mencari cara untuk mengungkapkan kreativitas mereka dalam karya-karya yang relevan dan mengesankan.

 

Semoga perjalanan ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana disiplin ini telah tumbuh dan berkembang sepanjang waktu.